Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2026

Panduan Penyusunan APBDES berdasarkan Regulasi Terbaru

Gambar
Selasa, 20 Januari 2026  Pemerintah Kecamatan Marisa Kabupaten Pohuwato menggelar kegiatan Penyusunan APBDES bagi Desa - Desa se Kec. Marisa, kegiatan ini melibatkan Koordinator TPP Kabupaten Pohuwato sebagai Narasumber.  Berikut ulasan penjelasannya: Panduan Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APB Desa) untuk tahun anggaran 2026 mengacu pada Permendesa PDT Nomor 16 Tahun 2025. Peraturan ini secara spesifik mengatur tentang Petunjuk Operasional atas Fokus Penggunaan Dana Desa Tahun 2026. Penyusunan APB Desa berdasarkan regulasi terbaru yaitu: 1. Fokus Prioritas Penggunaan Dana Desa 2026 Berdasarkan Pasal 2 Permendesa 16/2025, terdapat 8 fokus utama yang harus diakomodasi dalam APB Desa: - Penanganan Kemiskinan Ekstrem: Pemberian BLT Desa (maksimal Rp300.000/bulan) dengan skema pembayaran sekaligus maksimal untuk 3 bulan. - Ketahanan Iklim & Bencana: Pengelolaan sampah, sumur bor, penanaman pohon, dan infrastruktur penanggulangan banjir/longsor. - Layanan Keseh...

Permendesa PDT No. 16 Tahun 2025 telah terbit

Gambar
Permendesa PDT No. 16 Tahun 2025 1. Fokus Prioritas Dana Desa 2026 Tahun ini, pemerintah memberikan penekanan khusus pada beberapa sektor baru yang sangat menarik untuk dibahas: Koperasi Desa Merah Putih: Ini adalah fokus strategis baru. Dana Desa kini bisa digunakan untuk membangun fisik gerai, pergudangan, hingga modal operasional koperasi ini. Ketahanan Iklim & Bencana: Desa didorong untuk mengalokasikan dana bagi pengelolaan sampah, pertanian rendah emisi, dan infrastruktur penanggulangan banjir/longsor. Ketahanan Pangan & Energi: Pemanfaatan lahan desa untuk lumbung pangan dan pengolahan limbah menjadi energi terbarukan (biofuel/biogas). Kesehatan (Stunting & TBC): Tetap menjadi prioritas untuk pemberian makanan tambahan lokal dan akses sanitasi bersih. Digitalisasi Desa: Penyediaan internet di daerah terpencil dan pengembangan website desa dengan domain.id. 2. Fakta Penting untuk Meluruskan Mitos Banyak warga salah paham mengenai besaran Dana Desa.  Tidak ada desa...

Catatan Perjalanan Pendamping Desa

Refleksi : Menjadi seorang Pendamping Desa bukan sekadar pekerjaan administratif, ini adalah seni meniti jembatan antara kebijakan pusat dan realitas akar rumput. Setiap langkah di pematang sawah atau diskusi di balai desa adalah catatan tentang harapan, tantangan, dan perubahan. Di Balik Debu Jalanan: Catatan Perjalanan Pendamping Desa 1. Perjalanan yang Melampaui Jarak Bagi seorang Pendamping Desa, hari kerja tidak selalu dimulai di depan meja komputer. Seringkali, ia dimulai di atas motor tua yang menembus kabut pagi atau menyusuri jalan berbatu yang belum tersentuh aspal. Jarak puluhan kilometer bukan sekadar angka di speedometer, melainkan ruang untuk memahami denyut nadi kehidupan warga. Di sepanjang jalan, kita melihat mengapa sebuah jembatan kecil lebih berharga daripada gedung megah bagi petani yang ingin membawa hasil panennya ke pasar. Di sinilah tugas pertama dimulai: melihat dunia dari mata warga desa. 2. Balai Desa: Ruang Dialektika dan Kopi Hitam Pusat dari segala aktivi...